Makna Warna Sabuk Persinas ASAD

Tingkat I / Sabuk Putih / Siswa I

Warna putih pada sabuk mempunyai makna lembaran putih dan bersih dengan tulus ikhlas, ridho dan suci. Bagi seorang calon pesilat untuk diberikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dasar tentang ilmu beladiri.

Tingkat II / Sabuk Hijau / Siswa II

Warna hijau pada sabuk memberi makna kedamaian hati setalah diberikan pelajaran dasar tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sehingga memberi keteduhan hati dan bangga dengan ilmu yang dimilikinya.

Tingkat III / Sabuk Hijau Strip Kuning / Asisten Muda

Warna hijau yang memberikan kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan serta dipersiapkan untuk menjadi pesilat yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur yang dilambangkan strip kuning pada sabuk.

Tingkat IV / Sabuk Kuning / Asisten Madya

Warna kuning melambangkan keluhuran budi pekerti (akhlaqul karimah) dan keagungan jiwa serta berkualitas, sehingga pesilat makin banyak ilmunya makin berbudi pekerti yang luhur.

Tingkat V / Sabuk Kuning Strip Biru / Asisten Utama

Dengan budi pekerti yang luhur dan keagungan jiwa disertai cita-cita yang luhur, semangat belajar dan tabah dalam menghadapi tantangan yang dilambangkan dengan strip biru pada sabuk.

Tingkat VI / Sabuk Biru / Pelatih Muda

Warna biru melambangkan semangat belajar yang tinggi, dengan percaya diri serta dapat menjaga martabat dan mampu menguasai serta mengendalikan diri walaupun banyak tantangan, rintangan dan halangan.

Tingkat VII / Sabuk Biru Strip Coklat / Pelatih Madya

Dengan semangat dan cita-cita yang tinggi menjadikan percaya diri, selalu menegakkan kebenaran, kejujuran dan menghormati sesama insan.

Tingkat VIII / Sabuk Coklat / Pelatih Utama

Warna coklat tua melambangkan sikap damai, bersahabat, selalu rendah hati dan senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.

Tingkat IX / Sabuk Coklat Bintang Merah 1 / Guru Muda

Bersikap damai dan bersahabat, ramah dan sopan, senantiasa menegakkan kebenaran.

Tingkat X / Sabuk Coklat Bintang Merah 2 / Guru Madya

Senantiasa mengupayakan perdamaian dan persahabatan dengan sesame. Keramahan dan kesopanan ditingkatkan, dengan keberanian yang tinggi membela kebenaran.

Tingkat XI / Sabuk Merah / Guru Utama

Merah melambangkan keberanian dalam membela kebenaran, berjiwa besar, mawas diri, pemaaf dan mengutamakan kepentingan umum dan dapat menjadi panutan.

Tingkat XII / Sabuk Merah Garis Tepi Emas / Guru Besar

Berjiwa besar sebagai pendekar, bisa meramut dan membina serta sebagai pengayom.

Thursday, March 1, 2007

Perkembangan Positif Persinas Asad

Sebanyak 130 pesilat ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah Perguruan Silat
Nasional (Kejurda Persinas) Asad se-Kaltim di Gedung KNPI Samarinda sejak Jumat
(23/2) lalu. Kejurda ini dimaksudkan untuk menjaring pesilat yang akan menjadi
perwakilan Kaltim pada Kejurnas Persinas Asad di Jawa Timur, 17-19 Maret
mendatang.
Dalam kejurda tersebut mempertandingkan kelas A sampai J, juga seni
tunggal, ganda dan beregu. Meski bertindak sebagai tuan rumah, Samarinda belum
mendominasi. Itu terbukti, dari semua kelas yang dipertandingkan, tuan rumah
hanya menempatkan Hudan D di final kelas 46 kg D putra, dan Hendro di kelas 47
kg E putra.

Selebihnya, kontingen Bontang, Tarakan , Kukar, Balikpapan, Paser, Berau
dan Kutim menguasai babak final. Terutama di kelas seni tunggal, ganda, dan
kategori beregu.

"Sebagai anak dari induk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), keberadaan
Persinas Asad di Kaltim, memasuki perkembangan yang positif. Digelarnya Kejurda
ini menjadi bukti bahwa pembinaannya telah berjalan," ungkap Abdur Rofiq,
bagian pertandingan Kejurda.

Sebagai salah satu cabang yang dianggap mampu berbicara banyak kejuaraan
nasional, pencak silat Kaltim memang menunjukkan prestasi yang cukup baik dan
terjaga.

Diharapkan untuk kategori Persinas Asad ini, prestasi tersebut juga bisa
terbangun dan dijaga.

"Tak ada perbedaan antara pencak silat dan Persinas Asad. Persinas
merupakan anak cabang pembinaan dari IPSI. Hanya saja, Persinas Asad,
pembinannya lebih difokuskan lewat perguruan-perguruan silat," tukas Ketua
Pengda Persinas Asad, Iwan Mulyana.

Menurutnya, bukan tak mungkin gabungan atlet silat IPSI dan Persinas
Asad, akan menjadi paduan kekuatan meyakinkan saat mewakili Kaltim di ajang PON
XVII mendatang.

Kab. Bandung Juara Umum ASAD 2007

BANDUNG, (PR).-
Kabupaten Bandung meraih gelar juara umum pada Kejurda II Perguruan Silat Nasional (Persinas) ASAD 2007 di GOR Jakarta Bandung, Jln. Jakarta No. 2 Bandung, Minggu (25/2).

Dalam kejurda yang diikuti 161 pesilat dari 26 kontingen se-Jabar sejak 23 Februari lalu, Kota Bekasi menjadi kontingen favorit dan peringkat kedua. Disusul Kota Bogor yang menempati peringkat ketiga. Kategori atlet terbaik diraih Erik Permana Makatit dari Kabupaten Cianjur.

Wakil Ketua Pengda ASAD Jabar, H. Ashabul Ambiya mengaku cukup bangga dengan hasil kejurda kali ini. Oleh karena itu, para pemenang dan sejumlah bibit unggul dari hasil kejurda ini selanjutnya dipersiapkan untuk mengikuti Kejurnas Persinas ASAD di Surabaya, Mei 2007 mendatang.

"Sebelum mengikuti kejurnas tersebut, mereka akan dimasukkan ke pelatda yang akan digelar minggu ke depan di Indramayu," kata Ashabul.

Menurut dia, lokasi pelaksanaan pelatda di Indramayu yang memiliki cuaca panas dinilai tak jauh berbeda dengan Surabaya sehingga peserta diharapkan dapat beradaptasi.

Pada kejurda ini dipertandingkan dua kategori, yaitu kategori tanding dan TGR (tunggal ganda regu). Untuk kategori tanding terdiri dari 10 kelas dewasa putra dan diikuti 135 pesilat dengan menggunakan sistem versi Persinas, yaitu dua babak. Sementara itu, pada kategori TGR menggunakan sistem versi IPSI.

Hasil pertandingan, Minggu (25/2) untuk kategori tanding: Kelas A: 1. Dawud Ranggono Alif (Kota Bekasi), 2. Deden Iskandar (Kab. Cianjur), 3. Fauzi (Kota Bandung) dan Dodi (Kabupaten Bandung); Kelas B: 1. Erik Permana Makatita (Kab. Cianjur), 2. Dudi Hermawan, 3. Fajar (Kota Bekasi) dan Nurfatah (Kab. Indramayu); Kelas C: 1. Wisnu Baskoro (Kab. Bogor), 2. Oon Ramawijaya (Kota Bogor), 3. Gufril (Kab. Bandung Barat) dan Jajang (Kab. Subang); Kelas D: 1. Bayu Nugroho (Kota Bekasi), 2. Agus Feri Susanto (Kab. Majalengka), 3. Kasmanto (Kota Bekasi) dan Irfan (Kota Sukabumi); Kelas E: 1. Yanto Apriyanto (Kota Sukabumi), 2. Yuslan Bayu Aji (Kota Cimahi), 3. Dwi (Kota Cirebon), dan Gilang (Kab. Bandung Barat); Kelas F: 1. R. Wijaya Kusuma (Kota Cirebon), 2. Budiman Muhammad Adam (Kota Bandung), 3. M. Isa (Kab. Majalengka) dan Eka Yulianto (Kota Bekasi); Kelas G: 1. Jaelani (Kab. Indramayu), 2. M. Fikri (Kab. Majalengka), 3. Nurohim (Kota Bandung) dan Tri Budi (Kota Bekasi); Kelas H: 1. Arid Eko (Kota Bogor), 2. Asep Wahyudin (Kota Bandung), 3. Mujiono (Kota Cimahi); Kelas I: 1. Ariza Tri Nurdani (Kab. Bandung), 2. Yulidin Hariyadi (Kota Bekasi), 3. Aen Kurnaen (Kab. Majalengka) dan Yusuf (Kota Bandung); Kelas J: 1. Imam M.A. (Kota Depok), 2. Sukmawan Nurhakim (Kota Bogor), 3. Edwin Surya (Kota Cimahi) dan Dindin Slamet).

Kategori TGR; tunggal: 1. Asep Rohimat (Kab. Bandung), 2. Achmad Nasrudin Umar (Kota Bekasi) dan Hadi Hizbullah (Kab. Majalengka). Ganda: 1. Asep Rohimat dan Dani Abdul Karim (Kab. Bandung), 2. Prasandi Abdul Aziz dan Fajar Hamdani (Kota Bandung). Regu: 1. Sujatmiko, Dawud Ranggono Alif dan Mohamad Bima Nugroho (Kota Bekasi), 2. Dudi Nurhasim, Dida Nurhuda dan Cecep Saeful Ridwan (Kab. Bandung), 3. Mohamad Soleh, Halim Prasojo Qohar dan Albar Nurman (Kab. Bandung Barat). (A-152)***

Thursday, February 22, 2007

Pencak Silat Hersan Cup I

Sejumlah Perguruan Mendominasi

Pontianak,- Sejumlah perguruan masih unjuk gigi lewat pesilat tangguh mereka dalam Kejuaraan Pencak Silat Remaja Hersan Cup I. Salah satunya yakni pesilat Kijang Berantai (Kiber) yang berhasil meloloskan Gustiansyah di kelas A putra setelah mengatasi Muchasay (Putra Setia) 5-0 di GOR Pangsuma Pontianak, Rabu (21/2) kemarin.

Hasil serupa juga diperlihatkan pesilat putri Kiber, Syarifah yang menang atas Mayana 4-1. Sementara Aris Sugianto (Kancil T ) melaju usai mengatasi Sadam (Dam Dam K) dengan hasil 5-0. Nur Maulina (Putra Setia) juga tak terbendung setelah unggul 5-0 atas Ratih Dwi P dari Kancil Utara.

Di kelas B putra, M Rifki (Dam Dam K) menjadi yang terbaik usai menjegal Jaya asal Rajawali Putih dengan skor 5-0. Guido asal Selendang Sakti juga tak bisa berbuat usai kalah dari Beli Saputra dengan skor 4-1. Sementara, nomor laga putri B, Esi Noviandi memastikan tiket babak berikut usai mengalahkan Riska Ayu Selendang Sakti dengan nilai 5-0. Kemenangan itu diikuti pula Tiara Andriani asal Kancil Utara yang menang atas Fitri Novi Astuti Putra Setia dengan skor 5-0.

Di kelas C putra lainnya juga menyajikan pertandingan menarik. Hanafi asal Kiber kembali tak terbendung setelah menang atas Hami Wekasan dengan nilai 5-0. Sukses itu juga dibukukan Eza, Seledang Sakti yang mengatasi Marzuki, Kancil Teratai dengan skor 5-0. Yang justru mengejutkan salah satu pendekar wanita Tionghoa Stefani (Rajawali Putih) yang tampil di nomor C putri melenggang ke babak berikut dengan membenamkan Syafatia R (Buana) dengan skor 5-0. Siti Aisyah asal Putra Setia juga melaju usai menjegal Selviana (Kancil Utara).

Kelas D putra Ganda asal Tapak Suci bertarung alot dengan skor 3-2 atas lawan tangguhnya Chairul Anwar, BTP. Dan Dede asal perguruan silat (Bangau Putih) Dilbas Elis dari perguruan silat Persinas Asad dengan hasil 0-5. di Nomor laga putri D, Desi Murtiani asal Selendang Sakti tampil perkasa dengan mengkanvaskan Yolanda Wekasan dengan hasil 5-0. Rival berikutnya Tri Retnawati asal Putra Setia berhasil unggul 5-0 dari Nurul Safitri, PSHT.

Kelas E putra menempatkan Hardi, Putra Setia yang menang 3-1 dari Suni BTP. Mukhlis asal P.ASAD tertunduk lesu setelah dipaksa kalah dengan skor 3-2 dari Agus Tapak Suci. di nomor laga E putri Noviana Seledang Sakti menjadi yang terbaik dengan menang teknik atas lawannya Dwi PSHT. Sedangkan, Nur Aini Kun Fui Sahita perkasa usai menang dari Nurdiana dengan skor 5-0.(den)

Wednesday, January 10, 2007

HADAPI PORDA 2007 DI BANTUL : Pengcab IPSI Bertekad Pertahankan Juara Umum

(Wates, Kantor Humas) Menghadapi Pekan Olahraga Daerah (PORDA) 2007 di Bantul, Pengcab IPSI Kabupaten Kulonprogo bertekad mempertahankan juara umum. Seperti diketahui dalam pelaksanaan PORDA 2005 Kulonprogo sebagai tuan rumah, cabang IPSI berhasil juara umum setelah meraih medali terbanyak dengan total 6 medali emas, 6 medali perak dan 4 medali perunggu.

Guna mempersiapkan para atlet dalam rangka mempertahankan juara umum PORDA 2007 di Bantul, Pengcab IPSI Kabupaten Kulonprogo menggelar kejuaraan pencak silat antar perguruan sebagai seleksi awal atlet wakil Kabupaten Kulonprogo yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Wates, Sabtu dan Minggu (23-24/12)kemarin. Kejurcab dibuka Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, serta dihadiri Ketua DPRD Drs.Kasdiyono, Muspida dan para tokoh pesilat Kulonprogo.

Dalam kejuaraan yang diikuti 97 atlet dari 10 perguruan silat yang terdaftar di Pengcab IPSI Kabupaten Kulonprogo, seperti Tapak Suci, Perisai Diri, Phasaja, SHT, ASAD,POPSI, Telapak Sakti, diperlombakan kelas A (putra/putri), kelas B (putra/putri), kelas C (putra/putri), kelas D putra, kelas E putra, kelas F putra, kelas H putra, kelas G putra dan kelas I putra, dengan memperebutkan trophy Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD.

Ketua Pengcab IPSI Kabupaten Kulonprogo, H.Muqodas Rozie,SH mengatakan, kejuaraan ini dilaksanakan sebagai persiapan untuk menyaring atlet dalam mempersiapkan PORDA DIY 2007 sekaligus untuk mempertahankan gelar juara umum.”Salah satu persiapan Pengcab IPSI mempertahankan sebagai juara umum dalam PORDA mendatang dengan menggelar kejuaraan ini dan untuk menambah bekal para atlet, nantinya akan diadakan pertandingan keluar atau try out, sehingga wawasan para atlet lebih luas lagi,”jelas Muqodas mantan Kahumas yang belum lama dilantik jadi Asek III Setda Kulonprogo.

Secara keseluruhan, hasil kejuaraan yang telah digelar selama 2 hari siang malam tersebut telah memunculkan nama perguruan Perisai Diri sebagai juara umum dengan meraih 5 emas dan 4 perak.Peringkat 2 perguruan Tapak Suci dengan 4 emas dan 4 perak, berikutnya perguruan Phasaja dan SHT masing-masing meraih 1 emas, perguruan ASAD 4 perak dan POPSI 1 perak. Sementara untuk predikat Pesilat Terbaik Putra diraih Budi Prasetyo dari Perisai Diri dan untuk putri diraih Mufika Dewi dari Perisai Diri.

Hasil selengkapnya, kelas A Putra juara I Ahmad Derta(PD) juara II Ircham (ASAD), putri juara I Fina Fardani (TS) juara II Nova (TS). Kelas B putra juara I Rahma (TS) juara II Dedi H (ASAD), putri juara I Syamsiah (PD) juara II Budiatin (TS), kelas C putra juara I Rowin (TS) juara II Yanu Agung (POPSI), putri juara I Mufika (PD), juara II Rahayu (TS), kelas D putra juara I Budi Prasetya(PD) juara II Yuslim (ASAD), kelas E putra juara I Eko Putro (Phasaja) juara II Satriyo (PD), kelas F putra juara I Senki (PD) juara II Budi S (ASAD), kelas H putra juara I Ferdian (TS), juara II Sunarta (PD), kelas G putra juara I Dwi Santosa (ASAD), dan kelas I putra juara I Arwinto (SHT) juara II Ibrahim (TS).

Tuesday, September 19, 2006

9 Perguruan Bersaing Dalam Kejurda Pencak Silat

Usaha para pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Gresik dalam menumbuh kembangkan pencak silat di Gresik direalisasikan dalam ......

Kejurda pencak silat yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari 18-20 September 2006 bertempat di GOR Tri Dharma Gresik dengan dibuka secara langsung oleh Bupati Gresik. Dalam pidatonya Bupati berpesan kepada para peserta untuk selalu bersaing secara sportif dan menjadikan kegiatan ini sebagai cara dalam mencari bibit atlet PON 2007. Selain bertujuan untuk lebih mengembangkan pencak silat di Gresik, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT Ke-61 TNI dan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-23. Kejurda pencak silat kali ini diikuti oleh 87 atlet pencak silat Gresik dan Sembilan perguruan pencak silat yakni perguruan Tapak Suci, Perisai Diri, Pagar Nusa, Damar, ASAD, PSHT, Hasdi, Cahaya Putih, dan Nurul Islam. Beberapa kategori yang dilombakan antara lain Pencak Silat Laga Dewasa kelas A-I (pria) kelas A-E (wanita), Pencak Silat Seni Dewasa tunggal, ganda, dan beregu, dan Pencak Silat Seni Remaja (Ekshibisi) tunggal, ganda, dan beregu.
Sumber : Gresik Online

Thursday, August 10, 2006

Persinas Asad Juara Umum Wali Kota Cup

PERSINAS Asad berhasil meraih juara umum dalam kejuaraan pencaksilat Wali Kota Cup yang berlangsung di GOR Jetayu, 3-6 Agustus 2006. Perguruan yang memiliki base camp di Jalan Setia Bakti 27 Pekalongan itu mengungguli perguruan lain dengan menyebat tujuh emas dan dua perak.

Dengan kemenangan itu, maka Persinas Asad mendapatkan piala bergilir Wali Kota yang diserahkan Wali Kota HM Basyir Ahmad. Penyerahan piala itu disaksikan oleh beberapa pejabat di lingkungan Pemkot dan seluruh pengurus IPSI.

Tujuh emas itu disabet melalui tiga atlet kelompok remaja, yakni Candra kelas B, Muhar (E), dan Sanyoto (G). Empat emas lainnya disabet atlet dewasa melalui Abdul Hakim kelas B, Fauzi (D), Aziz (E), dan Yuyun Munadi. Sedangkan peraknya diraih Abdul Rokhim dan Frisky.

Dalam kejuaraan itu, Asad tanpa harus berjuang dalam final langsung mendapatkan emas. Itu disebabkan, Sawali dari Garuda Sakti didiskualifikasi panitia karena berat badannya berlebihan. Saat timbang, berat badan Sawali 50,9 kg. Padahal, mestinya untuk kelas A dewasa, 45-50 kg. Kelebihan berat itu menyebabkan dia harus kalah sebelum bertanding. Dengan kemenangan itu, membuat Asad menjadi juara umum dengan tujuh emas.

Sebagai runner up diraih Perguruan Kera Putih yang mampu mengumpulkan enam emas dan tiga perak. Perguruan yang dalam Juli lalu mampu mengantarkan atlet putrinya Wida meraih emas dalam kejuaraan di Inggris tersebut, dalam kejuaraan ini meraih emas melalui kelompok remaja Fauziah kelas D, M Aris (E), dan M Edy Firdaus. Kemudian tiga lainnya dari kelompok dewasa yakni Isnaini (B), Rizki AW (C), dan Sri Yuli (C).

Sedangkan urutan ketiga adalah perguruan Setia Hati Teratai (SHT) dengan tiga emas dan enam perak. Kejuaraan pencaksilat itu sendiri ditutup oleh Wali Kota Pekalongan HM Basyir, Sabtu malam melalui upacara yang meriah di GOR Jetayu.

Wali Kota dalam sambutannya mengaku gembira dengan penyelenggaraan pencaksilat itu. Sebab dengan lomba itu menyebabkan terdorongnya pembinaan olah raga di Kota Batik meningkat. ''Karena itu, saya yakin, dengan kejuaraan ini akan mendorong pembinaan prestasi para atlet, sehingga prestasi olat raga bela diri ini bekembang pesat di Pekalongan,'' katanya.

Atas prestasi para atlet itu, dia berharap ke depan bisa membawa nama Kota Pekalongan ke tingkat provinsi, nasional bahkan ke tingkat intenasional seperti pernah diukir oleh Wida, pesilat putri dari Pekalongan. Dia bangga dengan prestasi putra putri Pekalongan itu.

Karenanya, ke depan dia akan memikirkan bagi atlet-atlet berprestasi, bukan hanya pencaksilat saja, namun juga atlet-atlet lainnya. ''Saya akan mencoba melihat prestasinya apa dan akan diberikan apa oleh Pemkot. Yang jelas Pemkot akan memikirkannya bagi atlet berprestasi,'' janjinya.

Berkaitan dengan cabang pencaksilat itu, Wali Kota sangat berharap akan prestasinya di masa depan. Agar prestasi pencak silat bagus, maka dia berharap Kota Pekalongan dijadikan sebagai kota pencaksilat sehingga masyarakat akan menggemari olah raga bela diri itu. (trias purwadi/cn05)

Monday, June 19, 2006

Persinas ASAD Bontang Koleksi Prestasi

BONTANG- Delapan bocah remaja putra yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah tampil menghibur para undangan pencanangan bulan bakti gotong royong yang dipusatkan pada areal pembangunan masjid Baitul Mustofa yang terletak di RT 26 Telihan, Minggu (11/6) siang kemarin.

Sdr Bambang yang tampil sebagai master ceremony (MC) menyebutkan berbagai prestasi yang berhasil dikoleksi Persatuan Silat Nasional (Persinas) Ampuh Sehat Aman Damai (ASAD) Bontang.

Di antaranya, Bulan Februari 2003 mewakili Kaltim ke Popwil Surabaya meraih Juara II. Bulan Juli tahun 2003 mewakili Kaltim ke Popnas Padang dengan meraih Juara V nasional secara beregu. Popwil 2005 di Samarinda meraih Juara I. Popnas di Medan mewakili Kaltim tahun 2005 juara V nasional. “Tahun ini Persinas ASAD Bontang akan mengikuti Popda di Berau sekitar September nanti. Kami mohon doa restu semoga Persinas ASAD Bontang mampu mempersembahkan prestasi terbaiknya,” kata Bambang dalam komentarnya selama penampilan Persinas ASAD yang disaksikan Wawali Drs H Syahid Daroini, Ketua DPRD H Umar Tanatta dan ratusan undangan lainnya.

Sementara itu, Persinas ASAD Bontang saat ini dipimpin Ir Pradita. Persinas ASAD membuka cabang di Bontang tahun 2001 lalu. Sekretariat, di Jln A Yani, namun tempat pelatihan selain di sekreatriat juga menyebar di beberapa lokasi seperti Warosatul Ambya’ Berbas, BTN Pupuk Kaltim, PT Badak. Jadwal latihan, malam Rabu, Jumat dan Minggu.

Erwin dan Irfan pelatih Persinas ASAD mengaku banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan mengikuti seni bela diri ini. “Awalnya memang kedodoran dari segi fisik, tapi setelah latihan berjalan, badan jadi lebih sehat, menguasai seni bela diri dan terpenting melatih disiplin,” terang Erwin yang mempersilahkan putra-putri Bontang hingga dewasa yang berminat mengikuti Persinas ASAD silahkan mendaftar dan langsung mengikuti latihan sesuai jadwal. (hms2)